Nonton bola di Rajamangala Stadium

Sebagai bukan pecinta sepak bola, saya tidak pernah punya impian apalagi membayangkan akan menonton pertandingan bola antar-negara langsung di stadion. Apalagi kalau melihat tayangan tawuran sampai lempar batu, bakar bus/mobil hanya karena tim kesayangan mereka kalah, aduh lebih baik saya di rumah duduk manis. Namun, berhubung saya anaknya paling ga bisa mendengar ada kesempatan mencoba pengalaman baru, jadi ikutlah saya dalam geng bro-bro nonton bola AFF Suzuki Cup Leg 2 di Rajamangala Stadium, Bangkok.

Beli tiketnya gampang – gampang ribet. Website yang menjual tiket adalah Thai Ticket Major, sayangnya untuk beli tiket away zone (zona khusus penonton Indonesia), kami tidak bisa membeli secara online kalau akses dari Thailand, akhirnya kami minta tolong driver kami, Khun Anuchit (yang tentu saja supporter tim Thailand) untuk beli tiket di salah satu outlet Major Ticket di Bangkok. Hanya ada dua pilihan  tiket, yaitu harga THB 500 dan THB 600. Oh ya kami sempat telepon KBRI untuk minta tolong, sayangnya mereka tidak memfasilitasi.

Kami berangkat dari Pattaya (setelah selesai les Bahasa Thailand) sekitar jam 3 sore, Khun Anuchit kemudian menge-drop kami di Suvarnabhumi Airport. Kami melanjutkan perjalanan ke Bangkok menggunakan ARL (Airport Rail Link) karena kalo pakai mobil akan kena macet.

Kami turun di ARL Station Ramkhaeng, ‘disambut’ sederetan tukang ojek yang siap membawa kami ke Rajamangala Stadium. Uniknya, mereka berbaris rapi, ongkos sudah di-fixed-kan THB 60/orang (Ramkhaeng station – Rajamangala sekitar 3 km). Yang tidak pantas ditiru adalah mereka terima bonceng 2 orang tanpa helm hahaha, sepanjang jalan saya bercanda ‘kalo sampe ada apa – apa yang ada kita bakal dideportasi bukannya ditolongin hahaha’.

img_20161217_180409_hdr

merah di antara biru

Di Rajamangala semua diatur dengan tertib, jalur masuk, petunjuk, dan petugas – petugas yang siap ditanya disetiap sudut, setelah ditanya mereka akan bilang ‘enjoy the match!’ Hospitality yang patut diacungi dua jempol. Sekadar tips, penonton tidak diperbolehkan bawa botol minum (kami terpaksa membuang 4 botol air mineral yang masih utuh), beli saja di dalam, ada yang menjual dengan harga terjangkau, dalam gelas plastik, plus over-iced seperti biasa. Hati – hati juga dengan kamera karena ada petugas yang melarang bawa masuk kamera.

img_20161217_181936_hdr

suasana di stadium dari away zone

Berhubung kami datang mepet kick-off, kami dapat tribune lumayan tinggi. Sampai situ langsung lah kami cat pipi dengan cat merah – putih hahaha. Suasananya rame banget, banyak juga orang – orang yang datang dari Indonesia khusus untuk nonton. Sebagai orang yang gak ngerti apapun soal main sepak bola, hal – hal yang saya amati adalah: tim Thailand niat main-nya agresif banget, mode menyerang, dilihat dari babak pertama, bola benar – benar sebagian besar ada di ‘lapangan’ Indonesia, semacam main-nya cuma setengah lapangan. Suporter Indonesia kurang seru, saya duduk di bangku yang berbatasan dengan supporter Thailand. Mereka ini, nyanyi full 2 babak loh, saya curiga mereka bawa rekaman hahaha ga becanda, secara suaranya ga abis – abis. Sayangnya lagi, bangku VIP Indonesia ternyata gak full, aneh kan, padahal pas kami mau beli yang THB 600 itu, Major Ticket bilangnya sudah habis. Saya ga tahu itu dedicated atau gimana, tapi kesannya jadi kurang rame. So far, menurut saya Tim Indonesia main cukup bagus, kata temen – temen saya (yang pasti lebih tahu bola), permainan tim Indonesia sekarang itu much much better dibanding yang dulu – dulu. Kami bertahan di kursi penonton sampai akhir, sampai penerimaan piala, sementara banyak penonton yang balik duluan. Beberapa momen yang saya ingat:

  • Di menit – menit akhir, waktu pemain Indonesia ada yang protes, terus foto ‘mengacungkan jari tengah’ goes viral. Hadeh, agak malu gimana gitu.
  • Setelah pertandingan, supporter Thailand menyeru ‘IN – DO – NE – SIA’, dan setelah itu kami pun ikut menyeru ‘THAI – LAND’. Jadi, antar-supporter damai aja gitu. Pas ketemu supporter Thailand di luar pun ya rame – rame aja hehe. No problem.

 

Habis nonton, kami jalan menuju hotel yang letaknya sekitar 2 km dari situ. Di tengah perjalanan kami pun berhenti di salah satu kedai mie, pas saya nanya mie-nya pakai babi atau ga, si seller minta maaf, dan menyarankan kami ke kedai sebelah yang kedai mie ayam – sapi. Btw, bakmi-nya enak dan murah, 40 baht saja 🙂

Kami lanjut ke hotel di daerah Lat Phrao, namanya Livotel Hotel Lat Phrao, acceptable untuk budget hotel dengan harga per malam THB 700 pake breakfast. Besoknya, lanjut ke Chatuchak market, belanja oleh – oleh karena tanggal 21 Desember mudik ke Indonesia. Dari hotel ke Chatuchak, kami naik Grab Taxi dengan driver yang fan berat sepakbola. Akhirnya, ngobrol lah (dalam Bahasa Thailand!) tentang sepak bola. Cukup objektif – lah dia, Indonesia bagus pas main lawan X, jelek pas main lawan Y, dia menyayangkan banget bagian ‘jari tengah’ itu, ‘mai dee’, kata dia. Untuk perjalanan sekitar 12 km, kami bayar THB 160, tergolong murah lah. FYI, di Thailand, kita bisa pakai Grab atau Uber lho, yang harganya terjangkau, tapi ya harus bisa ngomong Thai sedikit – sedikit.

Kami belanja di Chatuchak kira – kira 3 jam, yang jelas bro – bro belanja lebih banyak daripada saya hehe. Trus kami lunch di Saman Islam, letaknya dekat Clock Tower Chatuchak, halal food, recommended walaupun agak mahal ya. Saya makan Khao Soi (mie kuning dengan kuah semacam gulai sapi, dan ada mie kering kaya ifumie), enaaaak 😀

Kami jalan ke Mochit Bus Terminal (sekitar 2 km), untuk balik ke Rayong. Untuk yang butuh public transportation dari Bangkok ke Rayong, bisa ke Mochit Bus Terminal atau Ekkamai Bus Terminal (lebih mudah jika dari pusat kota karena dekat BTS station), tinggal cari loket yang sesuai tujuan, kemudian beli tiketnya. Harga tiket minivan Bangkok – Rayong adalah THB 160/orang. Perjalanan sekitar 3 jam, dan saya full tidur hahahaha. Minivan berhenti di Rayong Bus Terminal 2, agak jauh dari apartment kami, untunglah ada driver yang siap menjemput hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s