Hong Kong – Shenzhen – Macau (day 3)

Mungkin dari rangkaian perjalanan kami, ini adalah hari terburuk. Yah, namanya travelling ada macam-macam pengalamannya. Hari itu kami check out dari Rosedale Hotel, nebeng shuttle bus hotel ke daerah Mongkok. Niatnya sih mau beli oleh-oleh dulu, tapi belum ada yang buka. Yak, sekedar tips, untuk mencari oleh-oleh di Hong Kong sebaiknya sore sampai malam hari. Gagal beli oleh-oleh, kami pun hanya menukar uang dari HKD ke RMB/CNY, dari HKD 1000 menjadi CNY 820 (kembali HKD 20). Kurs-nya lumayan bagus. Tips sih, kalau mau menukar di daerah touristy, biasanya semakin masuk tempatnya kurs-nya semakin bagus hehe.

Akhirnya dengan menggotong-gotong koper, kami pun kembali ke stasiun Mongkok untuk melanjutkan perjalanan ke Shenzhen. Kami naik MTR dari Mongkok ke Shenzhen, kalau tidak salah, transfer di stasiun Kowloon Tong. Kereta menuju Shenzhen, agak beda konfigurasi dengan MTR yang lain. Relatif lengang, ada first class (ga tau gimana caranya). Cost dari Mongkok ke stasiun Lo Wu di Shenzhen sekitar HKD 40.

Sampai di Lo Wu, melalui lorong yang lumayan panjang (tapi gak sepanjang cerita orang-orang), jangan lupa tukar Octopus Card kalau sudah tidak akan menggunakan Octopus Card lagi. Kami mengisi $150+$150 dan masih sisa sekitar $100. Kemudian, mengisi imigrasi keluar Hong Kong. Setelah itu menyusuri lorong-lorong memasuki imigrasi Shenzhen. Sebelum mengantri di imigrasi Shenzhen, buat dulu Visa on Arrival di lt 2. Cuma isi formulir kemudian, bayar, dan visa China (khusus daerah Shenzhen) pun tertempel di paspor. Biayanya CNY 165. Berhubung pas masuk Hong Kong ga ada tempelan atau cap apa-apa, jadi visa China ini lumayan menghiasi halaman paspor J

Dari situ, kami keluar dan memasuki stasiun Luohu, Shenzhen. Di sini, kalau mau naik Metro, koper harus melalui x-ray, tapi petugasnya baik kok, dia pasti bantuin. Petugas keamanan di stasiun Metro Shenzhen memang super tegas sih, ga ada tuh orang boleh lari-larian di escalator memburu kereta. Demi alasan safety, orang yang bawa barang banyak atau bulky, disarankan naik elevator saja. Nah, stasiun Luohu nya sebenarnya ada di bawah stasiun LoWu, jadi cari arah keluar, kemudian cari eskalator ke bawah, tenang aja, ada bahasa Inggris-nya kok. Kami kemudian naik Metro ke Window of The World, ongkos Metro lebih murah daripada MTR. Sampai di stasiun Window of The World, karena kelaparan, seperti biasa, kami cari fast food. Kebetulan ada McD, sayangnya ga ada nasi, dan rasanya pun beda, hiks. Ga ada saus sambal (makanya bawa!), akhirnya burger pun ditaburi bon cabe hehe.

Window of The World itu semacam Taman Mini tapi dipenuhi landmark-landmark dunia. Jadi, ada daerah Asia, Amerika, Afrika, Eropa, Australia. Bayarnya lumayan mahal sih CNY 180, ada tempat penitipan koper juga CNY10 per koper. Sebelum ke WoW, belilah topi lebar, dan tentunya bawa payung hehe. Banyak sih yang jual topi, murah juga CNY 20 saja, sayangnya punya saya kemudian hilang hiks.

20150906_135446

mejeng di Menara Eiffel (KW) di WoW

Yang keren, menurut saya sih area Eropa ya, di depan aja ada tiruan Menara Eiffel, trus tiruan taman-taman di Prancis. Ada tempat ice skating juga di WoW, kalo buat saya dan Fika sih lumayan buat ngadem hehe. Trus ada tiruan Niagara falls (gak mirip, tapi lumayan). Jadi, di WoW ini banyak tempat yang bagus untuk spot foto, sayangnya …. WoW kurang terawat, beberapa udah kotor/kusam, wahana nya udah berderit jadi bikin ngeri, terus kebersihan juga kurang (beda banget sih China sm Hong Kong)

Dari WoW kami exhausted, kepanasan, dan memutuskan ga jd ke China Folklore and Cultural Village. Kami pun naik metro ke Nanshan, station terdekat dengan hotel tempat kami menginap. Kami menginap di Colour Inn Shekou Branch, kalo dari Nanshan station, jalannya lumayan sih, sekitar 300-400 meter-an, dan trotoar di Shenzhen kurang friendly. Entah karena lokasinya memang kurang touristy atau gimana, yang jelas orang-orang di situ agak heran liat cewek2 bawa koper hehe. Lingkungan hotelnya sebenarnya enak aja, semacam di ruko yang dekat dengan supermarket, sayangnya sebelah hotel adalah karaoke, jadi agak serem yah kalo malem. Colour inn ini semacam chain hotel, jadi banyak cabangnya di Shenzhen. Hotelnya kecil tapi nyaman, staff nya gak lancar ngomong bahasa Inggris, tetapi sangat helpful. Kami masuk ke hotel, ngadem, membebaskan diri dari jalanan China yang bau menyengat minyak babi. Malamnya, kami makan popmie dan bobo J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s