Hong Kong – Shenzhen – Macau (day 1)

Yeay, tanggal 4 – 8 September lalu, saya dan Fika kembali berkesempatan untuk travelling. Kali ini, tujuannya adalah Hong Kong. Tiket pesawatnya Cathay Pacific direct flight CGK – HKG PP seharga USD 328 yang kami dapat waktu ada Indonesia Travel and Holiday Fair bulan Maret lalu. Well, kalo untuk versi back-packing mungkin gak murah-murah banget ya, tapi yang jelas value for money hehe. Kalau versi backpacker, ada Tiger Air yang juga buka direct flight Jakarta – Hong Kong.

Day 1 : Ngong Ping Village, The Peak, Symphony of Lights

Kami berangkat dari Jakarta jam 00.15, sampai di Hong Kong sekitar jam 6 waktu Hong Kong (lebih cepat satu jam daripada Jakarta). Setelah melewati imigrasi, kami pun mencari tempat shalat. Ada multi-faith prayer room di Terminal 1, di public area, dekat check-in counter Aisle A. Di sana ada tempat wudhu juga. Setelah shalat Shubuh (sebenarnya telat), kami pun siap-siap menuju Ngong Ping. Ngong Ping Village ini sebuah desa di suatu bukit di Lantau Island, relative dekat ke HKIA. Kami beli Octopus card dulu ($150, $50 adalah deposit, yang bisa digunakan sisanya, tetapi semua nantinya bisa di-refund, dipotong $9). Kami naik bus S1 ke Ngong Ping ($ 3.5). Bandara Hong Kong ini terlihat luas, tapi cukup ringkas, jalan ke tempat naik bus pun dekat, gak kaya di Changi yang bikin kaki gempor hehehe. Kami sampai di Tung Chung Terminal, tempat naik bus dan cable car ke Ngong Ping, sekitar jam 8. Cable car baru buka jam 10.00 sehingga kami pun memutuskan naik bus E23 ($ 17.2). Sebelumnya, kami menitipkan koper di Citygate Outlet, ada locker untuk koper di basement 2 dan 3, biayanya $20 /2 jam untuk locker besar.

Perjalanan ke Ngong Ping lumayan jauh, kira-kira 5 km dengan jalan perbukitan. Gak ada biaya untuk masuk ke Ngong Ping. Pada dasarnya, desa ini semacam tempat ibadah umat budha. Ada Giant Buddha di atas bukit, tapi kami gak naik karena masih teler hehehe. Suasanya-nya tenang, asri, ada kuil-kuil yang China banget hehe. Tempatnya enak untuk fun walking, ada wisdom path juga, yang cocok untuk yang suka hiking hehe.

Karena intinya pengen nyobain Cable Car, kami pun memutuskan turun ke Tung Chung menggunakan Cable Car. Nah, karena jam 10 dia baru beroperasi maka, yang naik dari Ngong Ping masih sedikit. Cable Car kapasitas 17 orang pun akhirnya hanya ditempati oleh saya dan Fika. Yeay! Ga perlu ngantri dan serasa private cabin. Kalau ke Hong Kong pastikan untuk nyobain ini, karena worth it banget pengalamannya. Bayarnya untuk standard cabin HKD 115. Cable Car-nya lumayan panjang, sekitar 5 km, naik turun bukit, jadi agak serem, dan rasanya tinggi banget! Pokoknya adrenaline rush, tapi seru juga sih. Tambah bahagia ketika kami sampai di Tung Chung dan liat ratusan orang ngantri mau naik ke Ngong Ping hehehe 🙂

20150904_104212

feels like our private cabin!

Dari Tung Chung kami naik MTR ke stasiun Olympic yang dekat dengan Hotel Rosedale Kowloon. Kami ke hotel, karena belum jam check-in jadi belum bisa masuk. Kami cuma titip koper kemudian pergi ke kawasan Hong Kong Island. Kami pergi ke Masjid Omar Sadick Islamic Centre di daerah Wanchai. Di Hong Kong Island ini, transportasinya adalah tram, bayarnya cuma $ 2.3 jauh dekat. Kami naik tram dari depan stasiun Central sampai ke Wanchai. Di sana kami shalat kemudian makan di kantin-nya. Di sinilah kita bisa makan Chinese food yang halal. Menurut saya, rasanya enakan Chinese food di Indonesia hahaha. Tapi lumayanlah bisa makan dimsum. Kami pesan 2 macam dimsum, satu bihun goreng, satu nasi curry, dan dua minuman habisnya $ 120. Porsinya cukup besar, kami aja gak habis hehehe.

Dari situ, kami naik tram lagi ke tempat naik Peak Tram, turun di persimpangan Cotton Tree Road, kemudian jalan menanjak. Yup, jalan menuju tempat naik peak tram aja udah menguji kesabaran. Apalagi sampai di sana, ternyata antrian sudah mengular. Beberapa orang menyerah dengan antrian dan memilih naik bus. Sayangnya, menurut gue sensasi naik Peak Tram itu ada di perjalanannya, sementara sampai di sana ya, sekedar tempat di ketinggian aja. Perjalanan naik Peak Tram seru, karena keretanya seperti sudah tua dan jalurnya menanjak curam. Tips : bayar Peak Tram langsung pakai Octopus card aja, lumayan mengurangi antrian.

Dari situ, kami ke stasiun Central dan naik MTR ke Tsim Sha Tsui. Sebelum Symphony of Lights kami berniat beli tiket Disneyland dulu di daerah situ. Waktu masuk ke Chungking Mansion, kami sudah seram duluan karena banyak banget laki-laki yang ngotot menyuruh kami masuk, menawari ini itu. Akhirnya kami keluar dan saat itulah saya melihat tanda China Travel Service dan Shoestring Travel. Keduanya ada di gedung seberang Chungking Mansion dan menjual tiket Disneyland kira-kira HKD 30 lebih murah. Sayangnya, karena sudah jam 7 malam, keduanya sudah tutup. Jadi, kami pun jalan kaki ke arah Symphony of Lights. Menurut kami, kondisinya terlalu penuh dan sinar laser-nya sendiri kurang spektakuler hehehe mungkin sudah terlalu tinggi berharap.

Merasa exhausted, akhirnya kami naik MTR dari East Tsim Sha Tsui (jalur ungu), kemudian pindah ke jalur oranye di Neong Cham, turun di Olympic, jalan ke Rosedale Hotel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s